Saturday, July 7, 2007

Tak Terpisah Jika Mau

Kita satu tubuh
Perkasa dalam keabadian
dalam penghambaan tiap desahan nafas

Sejak empat belas abad yang lalu
Kobar semangat, tetes keringat, dan percikan darah
dalam naungan pedang tameng
dalam sejarah keperkasaan dan kecerdasan ummat
dari jazirah Arab, Eropa, hingga Indonesia
dari Maroko hingga Merauke


Memang kita satu tubuh ...
Sejak wahyu bersinar kepada Adam
hingga bumi digoncangkan
bahkan ketika tiba di singgasana-Nya
hanya bagi manusia yang mau

Walau Mustafa Kamal berkhianat
Walau Islam kini hanya puing-puing yang berserakan

Kita akan memungutnya lagi,
kemudian merangkainya,
hingga Islam bangkit kembali
hingga hukum-hukum-Nya berdiri
hanya bagi manusia yang mau



17:57, 07072007.
Seutas puisi untuk manusia-manusia yang “belum mau”.

No comments: