Photobucket
Showing posts with label refleksi. Show all posts
Showing posts with label refleksi. Show all posts

Thursday, August 20, 2009

Maghfirah


Ya Allah, Ya Rahman, hamba-Mu yang hina ini kembali memohon ampun kepada-Mu atas segala dosa meski kuberkali-kali bertaubat, namun ku mengulanginya lagi ...
Ya Allah, Ya Rahim, hamba-Mu yang dhoif ini kembali memohon ampun kepada-Mu karena ku telah berkali-kali berjanji, namun ku tak memenuhi-Nya untuk-Mu ...
Ya Allah, Ya Ghafur, hamba-Mu yang faqir ini akan terus menurus memohon ampun kepada-Mu sebab ku telah mengaku beramal kepada-Mu, namun hati ini masih tercampuri oleh kotoran-kotoran hati ...
Amin Ya Rabb
Selengkapnya...

Friday, May 15, 2009

Perenungan!


Hari itu pasti akan datang. Bagi sebagian besar manusia, momen itu dianggap sebagai akhir dari kehidupan yang dibayangi ketakutan dan kecemasan. Namun, sebagian kecil yang lain menganggapnya sebagai bagian dari perjalanan menuju Rabb, menuju kehidupan yang sebenarnya, kehidupan yang kekal-abadi. Hanya saja, tidak satu pun dari kita yang mampu memprediksi, dalam kondisi apa kita akan menghadapi momen itu dan bagaimana kita akan melaluinya.
Selengkapnya...

Monday, October 8, 2007

Saudaraku, maaf dan terima kasihku!

Satu pekan yang sangat ”santai” bagi saya di balik gerak-gerak dakwah yang tetap kalian jalani di sana demi mewujudkan mimpi-mimpi kita akan kejayaan Islam suatu nanti. Sepertinya saya tidak lagi produktif melakukan rutinitas itu lagi dalam satu pekan ini, yang selalu membuat kita yakin setiap larut di dalamnya maka keyakinan kita tentang janji-Nya terasa semakin dekat. Inikah virus ideologis yang kau sebut itu?

28 September 2007


Selengkapnya...

Monday, September 3, 2007

satu keluhan


serasa pikiran menggunung,
bebannya tak kuasa kupikul sendiri ...
bukan mengemis, sahabat! tapi berusaha menuai "kualitas"
Selengkapnya...

Monday, July 9, 2007

Seandainya…

Mungkin kita selalu lalai menyadari makna keberadaan kita.
Mengapa kita harus ada di koordinat sekarang kita berpijak. Mungkin juga Anda akan memberikan bantahan tentang hal ini. Akan tetapi, bagi saya bantahan itu semakin menguatkan asumsi saya bahwa Anda benar-benar lupa (atau bahkan tidak tahu) keberadaan Anda dan apa yang terjadi pada diri Anda hari ini dan besok ...
Hanya kepada-Nyalah kita mendedikasikan seluruh nafas ini.

Sebagai bahan refleksi buat kita hamba-Nya yang selalu lalai (termasuk saya).
Maaf, bukan bermaksud menggurui, tapi mungkin dengan watawasaw bil haq, dunia ini akan terasa lebih damai ...

Selengkapnya...