Photobucket

Sunday, August 30, 2009

Rencana Strategis Amerika Serikat untuk Menguasai Indonesia

(Rekomendasi Militer AS untuk Indonesia)

Disusun oleh: Lathifah Musa

Ideologi manapun di dunia ini memiliki metode (thoriqoh/jalan) untuk meluaskan pengaruhnya ke seluruh penjuru dunia. Metode perluasan Kapitalisme sebagai sebuah ideologi yang saat ini masih mendominasi dunia, telah berkembang sesuai zaman. Meski demikian, penjajahan tetap menjadi hal mendasar dalam Kapitalisme. Baik untuk menyebarluaskan ideologi ataupun mengeksploitasi negara-negara lain demi kepentingan para Kapitalis. Amerika Serikat memaksakan dominasi politik, militer dan ekonomi di dunia Islam dalam rangka mengeksploitasi manfaat-manfaat materialnya. Di samping itu AS juga berusaha menyebarkan Kapitalisme pada banyak bidang, baik ekonomi, politik, pendidikan, budaya dan lain-lain.

Khiththah Politik (Strategi Politik) didefinisikan sebagai politik umum yang dirancang untuk mewujudkan salah satu tujuan yang dituntut oleh penyebaran ideologi tertentu. Sedangkan uslub politik (cara-cara politik) adalah politik khusus mengenai suatu bagian langkah yang mendukung perwujudan atau pengokohan khiththah politik. Strategi politik memungkinkan senantiasa berubah sesuai perubahan dan perkembangan konstelasi politik internasional.

Hal yang penting difahami adalah, bahwa ketika upaya menancapkan hegemoninya belum berhasil maka negara-negara Barat tidak akan mengubah (fikroh dan thoriqoh) ideologinya, namun hanya akan mengubah strategi (khiththah) dan cara-cara (uslub) politiknya untuk merancang strategi dan cara-cara politik baru. Di sinilah kaum muslimin harus mengetahui dan memahami rancangan strategi politik dan cara-cara negara-negara Barat, khususnya AS dalam menancapkan hegemoninya di Indonesia. Jika sebuah cara (uslub) politik dapat digagalkan, akan hancurlah strategi (khiththah) politik dan akhirnya gagal pula rencana musuh-musuh Islam. Hendaknya perjuangan politik kaum muslimin diarahkan untuk membongkar strategi politik dan cara-caranya (kasyful khuththath), dan pada saat yang sama diarahkan untuk memerangi ideologi Kufur (yakni memerangi fikroh dan thoriqohnya).

Tulisan ini mengungkapkan temuan media massa terhadap Rancangan Strategi Politik AS di Asia Tenggara berikut cara-caranya. Sebagai wilayah muslim terbesar dengan jumlah penduduk muslim terbanyak, Indonesia menjadi perhatian dan sasaran penting dalam Rancangan Strategis ini.

Dokumen Rencana Strategis

Dokumen The National Security Strategy of USA September 2006 menguraikan intisari sebuah konsep keamanan nasional AS yang menitikberatkan pada konsekuensi-konsekuensi kondisi internal negara-negara lain. Titik tekan yang dipandang sebagai akar masalah bagi AS pada negeri-negeri muslim adalah kurangnya demokrasi (the lack of democracy). Perhatian terhadap keamanan fisik warga dan teritori AS pada waktu yag sama harus diiringi pemahaman bahwa menghilangkan ancaman ”terorisme” (Islam ideologis dipandang juga sebagai inspirasi teror terhadap eksistensi AS) bukan hanya membawa persoalan tersebut ke pengadilan dan menghapuskan kapasitas operasi para teroris, namun juga harus menyelesaikan ”akar penyebab” terorisme.

Departemen Pertahanan Keamanan AS dalam Quadrennial Defense Review Report 2006, memandang bahwa keterlibatan AS dalam peperangan tidaklah hanya di medan pertempuran sesungguhnya, namun juga dalam kancah perang ide/pemikiran. Dokumen RAND Corporation 2006 bertajuk Building Moderate Muslim Networks menyebutkan kemenangan AS yang tertinggi hanya bisa dicapai ketika ideologi Islam (yang AS menyebut sebagai ideologi para ekstrimis. red) didiskreditkan dalam pandangan mayoritas penduduk di tempat tinggal mereka dan di hadapan kelompok yang diam-diam menjadi pendukungnya. (Today, as recognized by the Defense Department in its Quadrennial Defense Review Report, the United States is involved in a war that is “both a battle of arms and a battle of ideas,” a war in which ultimate victory will be achieved only “when extremist ideologies are discredited in the eyes of their host populations and tacit supporters.”)

Memoderatkan Muslim Indonesia

Strategi politik AS untuk menguasai Indonesia adalah dengan strategi menghidupkan kultur moderat yang kuat di negeri ini. Dengan cara inilah diharapkan akan muncul perlawanan terhadap Islam Ideologi dan menguatkan dukungan terhadap berbagai kebijakan Amerika yang menunggangi jargon-jargon Demokrasi-HAM dan Kesetaraan Gender.

AS melakukan klasifikasi sekaligus karakterisasi sesuai kepentingannya bahwa muslim-muslim moderat adalah mereka yang saling berbagi dimensi-dimensi kunci dari kultur demokrasi. Inilah yang akan menjadikan Indonesia terkendali di bawah AS. AS menentukan bahwa muslim moderat yang diinginkan AS memiliki sikap-sikap antara lain :

1. Mendukung demokrasi dan HAM yang difahami secara internasional (HAM versi Amerika)

2. Menghargai perbedaan/keragaman terutama penghargaan terhadap kesetaraan gender dan minoritas relijius (Perbedaan dalam konteks pluralisme bukan pluralitas)

3. Penerimaan terhadap sumber hukum non sektarian (tidak menerima hukum yang bersumber dari syariat Islam karena disebutkan intepretasi syariah tidak kompatibel dengan demokrasi)

4. Perlawanan terhadap terorisme dan bentuk-bentuk kekerasan lainnya yang tidak legitimate (bentuk legitimate ini telah memiliki bingkai tersendiri, sebagaimana yang disahkan dalam konferensi dan konvensi internasional)

Strategi untuk membangun Jaringan MuslimModerat

Strategi umum untuk membangun Jaringan Muslim Moderat dilancarkan melalui 4 langkah yaitu pendidikan demokrasi, media, kesetraan gender dan advokasi kebijakan.

1. Pendidikan Demokrasi

Secara khusus diwujudkan dalam program-program dengan menggunakan teks-teks dan tradisi-tradisi Islam untuk pengajaran yang mendukung nilai-nilai demokrasi dan pluralistik. Perintah-perintah dalam agama dan politik yang dipandang sektarian, sangat sempit dan terbelakang disebarkan dengan radikal dan konservatif. Dengan demikian madrasah-madrasah harus dimasuki oleh sebuah kurikulum yang mempromosikan demokrasi dan nilai-nilai pluralistik. Sebagaimana di berbagai wilayah yang lain dimana agama dan masyarakat saling bersilangan (berhadapan), Indonesia adalah pemimpin dalam pendidikan demokratis yang relijius. Universitas Islam Negeri dan sistem pendidikan Muhammadiyah telah mengembangkan teksbook untuk mengajarkan pendidikan sipil dalam konteks Islami. Mata ajaran tersebut bersifat wajib untuk seluruh mahasiswa yang memasuki universitas-universitas ini. Beberapa pengajar muslim meskipun memiliki watak moderat, kurang kemampuannya untuk mengkaitkan pengajaran Islam secara eksplisit dengan nilai-nilai demokrasi.

Sebagai tanggapan terhadap kelemahan tersebut, Asia Foundations telah mengembangkan sebuah program untuk membantu usaha-usaha ulama moderat menggali teks dan tradisi bagi pengajaran yang otoritatif yang mendukung nilai-nilai demokratis. Hasilnya adalah sekumpulan bahan penulisan fiqih (hukum-hukum Islam) yang mendukung demokrasi, pluralisme dan kesetaraan gender. Teks-teks ini berada dalam jalur pemikiran muslim yang progresif dan sangat dibutuhkan secara internasional.

Institusi-institusi seperti Lembaga Kajian islam Sosial (LKiS) yang berbasis Nahdlatul Ulama memegang suatu prinsip bahwa dibandingkan menciptakan sekolah-sekolah Islam secara khusus, muslim seharusnya menjamin bahwa semua institusi ditanamkan dengan nilai-nilai keadilan sosial dan toleransi. “I” pada LKiS (yang bermakna islam) dengan bebas ditulis dalam huruf kecil untuk menggarisbawahi bahwa LKiS melawan tipe-tipe islamisme yang menitikberatkan pada superioritas Islam diatas agama lainnya. LKiS secara khusus terlibat dalam training-training pesantren, sekolah-sekolah terpadu Islam. Dampak dari kerja ini adalah munculnya gerakan-gerakan demokrasi muslim yang berhubungan erat di Indonesia dengan beberapa kriteria unik : (1) ulama pria yang berkampanye untuk kesetaraan gender dan (2) organisasi yang berbasis akar rumput yang memberikan kapasitas bagi gerakan untuk mencapai jangkauan yang luas pada tingkat akar rumput dalam satu langkah yang tidak bisa dicapai oleh kelompok-kelompok sekular berbasis perkotaan.

2. Media

Dilakukan dengan mendukung media-media moderat. Hal ini sangat penting untuk melawan dominasi media yang anti demokrasi dan didukung oleh elemen muslim konservatif (maksudnya muslim ideologis)

Penyebaran/ diseminasi informasi pada sebagian besar dunia muslim didominasi oleh elemen- anti demokrasi yang radikal dan konservatif. Pada faktanya, tidak ada media-media moderat pada beberapa negara. Sebuah alternatif bagi media radikal adalah alat kritis dalam perang ide.

Indonesia menyediakan sebuah model dengan sejumlah contoh media moderat “agama dan Toleransi” yang mencapai hingga 5 juta pendengar. Program radio mingguan Jaringan Islam Liberal melalui 40 stasiun radio. Institut untuk Advokasi warga negara dan pendidikan memproduksi radio talk mingguan yang mencapai pendengar hingga 1 juta melalui lima stasiun radio di Sulawesi Selatan. Stasiun Televisi TPI, menampilkan opini mingguan dalam tema kesetaraan gender dan Islam yang mencapai 250.000 pemirsa di Jakarta. Talkshow TV bulanan tentang Islam dan Pluralisme yang mencapai 400.000 pemirsa di Jogjakarta. Media-media moderat ini telah menghasilkan dampak dalam perubahan suara diskursus Islam di Indonesia.

3. Kesetaraan Gender.

Isu hak-hak perempuan adalah sebuah medan pertarungan utama (major battleground) dalam perang ide di dunia Islam. Promosi kesetaraan gender adalah komponen kritis dari beberapa proyek untuk memberdayakan muslim moderat. Nuriyah, istri Gusdur misalnya telah mempublikasikan studi exegetical yang bertujuan untuk menghapuskan poligami melalui reintepretasi konsep Al quran. Nuriyah menyimpulkan bahwa Qurani ideal adalah monogami dan bahwa adalah hak perempuan untuk secara bebas memilih pasangan seharusnya tidak dibatasi. AS mendukung beberapa pesantren yang berafiliasi dengan NU- yang mendirikan crisis center untuk korban-korban kekerasan domestic, publikasi tulisan terkait isu-isu perempuan dalam fiqh serta membangun jaringan muslim moderat dari NGO-NGO yang mempromosikan keadilan gender seperti Rahima dan Fahmina. Beberapa isu potensial yang digarisbawahi antara lain terkait status personal perkawinan, perceraian, penahanan anak-anak, pewarisan dan tuduhan bahwa perempuan terancam perlakuan diskriminatif di bawah syariah.

4. Advokasi kebijakan.

Kelompok Islam memiliki agenda-agenda politik dan karenanya muslim moderat sekuler, liberal juga harus terlibat dalam advokasi kebijakan sebagaimana kelompok Islam. Aktivitas advokasi sangat penting untuk membentuk lingkungan politik dan hukum dalam dunia Islam. Advokat-advokat kepentingan publik dan kelompok-kelompok advokasi (aktivis HAM, pemantau korupsi, think tanks dll) pada faktanya telah berkembang di dunia Islam dewasa ini dan peran mereka sangat diperlukan oleh AS.

Pilar-pilar Jaringan Pengembangan Muslim Moderat

Untuk mencapai keberhasilan strategi ini, diperlukan jaringan-jaringan yang akan menanamkan dan mengembangkan kultur moderat ini. Di wilayah Asia Tenggara, pilar-pilar jaringan ini meliputi:

  1. Sekolah-sekolah Islam, Institusi pendidikan relijius moderat (Pesantren dan Madrasah)
  2. Universitas-universitas Islam.
  3. Media
  4. Institusi-institusi pembangun Demokrasi (Democracy-Building Institutions)
  5. Usaha pembangun jaringan regional (Regional Network-Building Efforts)

Partner Kunci Keberhasilan Strategi

Demi kesuksesan rencana, diperlukan partner-partner kunci yang mengemban ideologi atau mendukung pengembangan ideologi Kapitalisme-Sekularisme-Liberalisme. Mereka ini antara lain:

  1. Intelektual dan akademisi muslim liberal dan sekuler (Liberal and secular muslim academic and intellectuals)
  2. Kelompok terdidik muda yang moderat dan relijius (young moderate religious scholar)
  3. Aktivis-aktivis komunitas (community activist)
  4. Kelompok-kelompok perempuan yang terlibat dalam kampanye kesetaraan gender women (groups engaged in gender equality campaigns)
  5. Penulis dan jurnalis moderat (moderates journalist and writers)

Upaya-upaya Membangun Jaringan Regional

Dokumen RAND tersebut juga menyebutkan bahwa Asia Tenggara adalah panggung regional utama dalam upaya menghubungkan muslim moderat lokal dan nasional dan organisasi dengan jaringan regional. Sebagai pelopor dari usaha ini adalah International Center for Islam and Pluralism (ICIP) yang didirikan di Jakarta dengan dukungan Asia Foundation. Misi ICIP adalah membangun jaringan NGO muslim dan aktivis muslim progresif dan intelektual di Asia Tenggara (dan secepatnya di seluruh dunia) dan bertindak sebagai kendaraan untuk menyebarluaskan ide-ide para pemikir muslim moderat dan progresif secara internasional. ICIP telah melakukan workshop-workshop regional tentang Islam dan Demokrasi, yang pertama di Manila bersama dengan PCID pada September 2005 dan yang kedua di Jakarta pada Desember 2005. Menteri Luar Negeri Thailand Surin Pitsuwan bahkan telah menyarankan untuk memanfaatkan ICIP untuk menghubungkan komunitas pondok di Thailand Selatan dengan pesantren progresif di Indonesia.

Penutup

Pengkajian yang mendalam tentang khiththah politik negara-negara Kapitalis terhadap negeri-negeri muslim sangatlah penting dan mendesak untuk dilakukan. Secara khusus bagi para pengemban dakwah di Indonesia yang memiliki harapan dan cita-cita untuk menyelamatkan negeri ini dengan penegakan Khilafah Islamiyah. Dengan demikian, perjuangan politik menjadi lebih fokus untuk membongkar serta melawan strategi politik dan cara-cara yang dilancarkan musuh-musuh Islam.

Penguasaan terhadap konstelasi politik internasional dan pengaruhnya dalam skala nasional akan memudahkan kita untuk merancang cara-cara baru dan kreatif dalam rangka mengubah pemikiran dan perasaan umat. Kemampuan membaca jaringan-jaringan musuh dan membangun jaringan-jaringan ideologis di tengah-tengah umat akan menghancurkan jaringan musuh yang sesungguhnya lebih rapuh daripada sarang laba-laba. Hal ini sekaligus akan memberi jalan untuk meraih kepemimpinan di tengah umat.

Satu kunci keberhasilan bagi pengemban dakwah hanyalah senantiasa berpegang teguh pada fikroh dan thoriqoh di atas landasan aqidah Islam. Semoga Allah SWT akan memberikan kecemerlangan berfikir untuk menggulirkan strategi politik yang tinggi dengan cara-cara yang benar dan tepat.

Wallaahu a’lamu bish shawab.

SUMBER:

  • KONSEPSI POLITIK HIZBUT TAHRIR. Edisi Mu’tamadah
  • KANTOR JURU BICARA (NATHIQOH ROSYMIYAH) MUSLIMAH HIZBUT TAHRIR INDONESIA
  • HASIL KAJIAN TIM KAMPUS NASIONAL
Selengkapnya...

Monday, August 24, 2009

Menuju Penerapan IFRS, antara Harmonisasi dan Konspirasi

Indonesia yang tadinya lebih condong ke standar akuntansi keluaran FASB, sejak tahun 1994 sudah mulai melakukan harmonisasi dan lebih mendekatkan diri ke IFRS. Sedianya apabila seluruh negara di dunia ini memakai IFRS, maka semua bisnis di dunia berbicara di dalam bahasa yang sama. Kelak tidak ada lagi kerepotan yang dialami oleh perusahaan multinasional untuk mengkonsolidasi laporan keuangan dari anakanak perusahaan di negara-negara berbeda. Kelak tidak ada lagi perusahaan yang repot jika harus listing di pasar modal negara lain karena harus menyesuaikan laporan keuangannya dengan standar akuntansi setempat.

Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) dari IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) telah menetapkan tahun 2008 sebagai target antara dimana perbedaan-perbedaan mendasar antara PSAK dan IFRS sudah tidak ada lagi. Saat ini, DSAK sudah menyiapkan Exposure Draft (ED) dari 4 buah standar yang sudah disesuaikan dengan standar IFRS yang sesuai. Yang paling ditunggu-tunggu oleh para pengamat dan praktisi adalah ED dari PSAK 16 tentang aktiva tetap dan aktiva lainnya.

Di dalam IAS 16, standar internasional memperbolehkan pengukuran aktiva tetap memakai revaluation model (ditahun berikutnya setelah aktiva di nilai berdasarkan nilai perolehannya. Perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat menerapkan revalution model (fair value accounting) dalam pencatatan PPE (Property, Plan, and Equipment) mulai tahun 2008 (asumsi bahwa PSAK 16 akan mulai efektif tahun 2008). Hal ini adalah perubahan yang cukup besar karena selama ini revalution model belum dapat diterapkan di Indonesia dan hanya bisa dilakukan jika ketentuan pemerintah mengijinkan. Apa perbedaan historical cost yang selama ini sudah lebih dikenal oleh dengan revalution model? Revaluation model memperbolehkan PPE dicatat berdasarkan nilai wajarnya. Permasalahannya di Indonesia adalah sistem perpajakan yang tidak mendukung standar ini. Di dalam peraturan perpajakan, revaluasi aset ke atas dikenai pajak final sebesar 10% dan harus dibayar pada tahun tersebut (tidak boleh dicicil dalam 5 tahun misalnya) dan tidak menghasilkan hutang pajak tangguhan yang bisa dibalik di tahun berikutnya bila nilai aktiva turun. Bayangkan apabila perusahaan memutuskan memakai revalution model dan setiap tahun harga asetnya meningkat, maka setiap tahun harus membayar pajak final. Padahal kenaikan harga aset tersebut tidaklah membawa aliran kas masuk ke dalam perusahaan. Bila aturan perpajakan tidak mendukung, maka dapat dipastikan perusahaan akan enggan menerapkan revaluation model. Bukan hanya sistem pajaknya saja yang memberatkan, bila perusahaan memakai revaluation model, maka siap-siap untuk keluar uang lebih banyak untuk menyewa jasa penilai. Hal ini dikarenakan banyaknya aset tetap yang btidak memiliki nilai pasar sehingga ketergantungan kepada jasa penilai (assessor) akan besar untuk menilai aset-aset ini.

Jika ternyata nilai wajar yang ditetapkan penilai berbeda dengan nilai wajar yang di tetapkan auditor dari akuntan publik, biasanya nilai wajar dari auditor yang akan dipakai. Sistem pencatatan akuntansi juga sedikit lebih rumit daripada memakai historical cost. Ketika perusahaan pertama kali berubah dari historical cost model ke revalution model, maka akumulasi penyusutan di hapus dan beban penyusutan dihitung kembali berdasarkan nilai wajar yang baru. Demikian selanjutnya apabila revaluasi menerbitkan nilai baru, maka beban penyusutan dihitung kembali. Peraturan lain dari IAS 16 adalah bahwa penerapan nilai wajar tidak bisa diterapkan oleh aktiva secara individu tapi harus secara keseluruhan dalam golongan aktivat tersebut.

Akan tetapi, di balik penerapan IFRS ini, begitu pula harmonisasi antara FASB dengan IASB tercium sebuah analisis bahwa, konspirasi politik-ekonomi sedang digalakkan oleh pihak-pihak yang sedang merumuskan standar yang mereka harapkan dapat berlaku secara global ini. Masih terasa panasnya kontroversi pengesahan Undang-Undang Penanaman Modal oleh pemerintah di negeri tercinta ini, yang ternyata semakin mempermudah penetrasi para penanam modal asing (baca: kapitalis) melakukan misi kotornya, salah satunya dengan mengambil alih perusahaan-perusahaan milik negara tanpa kesulitan yang berarti. Apalagi ini didukung oleh keinginan besar pemerintah untuk semakin melanggengkan privatisasi aset-aset nasional.

Kemudian muncul lagi analisis yang mengerikan terkait dengan penerapan IFRS ini. Dengan semakin mudahnya para calon investor membaca pelaporan keuangan di setiap negara yang telah terstandardisasi, utamanya di negara dunia ketiga, selanjutnya di dukung oleh kemudahan proses administrasi oleh mereka, maka dengan dalih investasi selanjutnya dapat menjadi bom waktu yang siap meluluhlantahkan kekayaan milik rakyat Indonesia.

Oleh : Zoel Dirga Dinhi (Dipublikasikan oleh www.ima-unhas.com pada 22 September 2007)

Selengkapnya...

Thursday, August 20, 2009

Maghfirah


Ya Allah, Ya Rahman, hamba-Mu yang hina ini kembali memohon ampun kepada-Mu atas segala dosa meski kuberkali-kali bertaubat, namun ku mengulanginya lagi ...
Ya Allah, Ya Rahim, hamba-Mu yang dhoif ini kembali memohon ampun kepada-Mu karena ku telah berkali-kali berjanji, namun ku tak memenuhi-Nya untuk-Mu ...
Ya Allah, Ya Ghafur, hamba-Mu yang faqir ini akan terus menurus memohon ampun kepada-Mu sebab ku telah mengaku beramal kepada-Mu, namun hati ini masih tercampuri oleh kotoran-kotoran hati ...
Amin Ya Rabb
Selengkapnya...

Tuesday, August 11, 2009

Allahumma Ballighna Ramadhan(a)


Ya Rabb, sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan!
Selengkapnya...

Monday, August 10, 2009

Unforgiven Revenge

Untuk para martir 1924 yang telah terkubur,
Kami sambung perjuangan Kalian, hingga tulang kami pun berserak

Selengkapnya...

Will Rise Again


Lama Sudah Kami Menanti..
Kapankah Kau Tegak Kembali..
Cukuplah sudah penantian ini
Pastilah kau segera kembali..
Sambutlah Khilafah..
Pelaksana Hukum Syari'at..
Sambutlah Khilafah..
Tegakkan Kemuliaan Ummat..
Selengkapnya...

Thursday, June 11, 2009

She!

She has such a sweet smile that makes her whole face radiant,
included all of her character, behavior, and soul... very precious and beautifull!
If only she is wearing a hijab!
I'll find her soon.
SubhanaLlah ya Allah... I'll be patient for her!
Selengkapnya...

Friday, May 15, 2009

Perenungan!


Hari itu pasti akan datang. Bagi sebagian besar manusia, momen itu dianggap sebagai akhir dari kehidupan yang dibayangi ketakutan dan kecemasan. Namun, sebagian kecil yang lain menganggapnya sebagai bagian dari perjalanan menuju Rabb, menuju kehidupan yang sebenarnya, kehidupan yang kekal-abadi. Hanya saja, tidak satu pun dari kita yang mampu memprediksi, dalam kondisi apa kita akan menghadapi momen itu dan bagaimana kita akan melaluinya.
Selengkapnya...

Sunday, March 1, 2009

Menyapa Sahabat!

Petang itu, menjadi potongan peristiwa yang sangat membekas bagi kami, lebih tepatnya mungkin mencemaskan. Iya, paling tidak bagi kami berdua. Yang masih merindukan keberadaanya. Yang masih menantikan semangatnya. Tapi malah membelakangi kami, ke arah yang kami sendiri tidak ketahui dan sebab yang kami pula tak tahu.

Ketika itu kami ingin memutaba’ah seseorang di sana, di sebuah asrama. Alhamdulillah. Yang kami cari ternyata ada di tempat. Akan tetapi, ada seorang sahabat lagi yang biasanya tampak di sana. Kami menanyakannya. Tak terduga sahabat ini telah angkat koper dari sana. Baru saja semalam. Namun, sebelumnya kami telah tahu bahwa ia tak sekedar "pergi". Kemudian kami menjejaki ruang revolusinya. Peraduan yang telah dia tinggalkan entah akan ke mana. Di sekitar kamar itulah kami selalu berembuk selepas penatnya kuliah dan aktivitas lainnya di kampus. Dari alif, ba, ta, dst. Mungkin tidak ada yang terlupa kami bahas dulu di sana. Namun sekarang, tak ada yang tersisa di sana. Kecuali di salah satu sisi ruangan itu, tertinggal goresan tinta, terukir dengan semangat yang menyala-nyala. Tulisan itu masih sangat jelas:

….

Wahai generasi muda ….

Wahai generasi pejuang .…

Salam pembebasan!!!

Negeri ini sedang tertindas

Negeri ini sedang melarat

Negeri ini butuh perubahan

Negeri ini butuh generasi-generasi pembebas

Mari bebaskan negeri ini dari keterjajahan

Mari menjadi mahasiswa dan generasi-generasi yan ideologis

Mari bersatu, bergerak, tegakkan ideologi Islam!!!

Salam perjuangan dari saudaramu …..

….

Setelahnya dia mengukir nama, telepon, dan email-nya, pertanda bahwa dia selalu siap dengan hidangan diskursus yang siap dia santap dengan lahap ketika diajak bertarung, ghawzul fikr,
pertanda besarnya kobaran semangat itu …
Kawan, kami tahu engkau takkan lari dari perjuangan ini,
Negeri ini butuh generasi-generasi pembebas,
sebagaimana yang pernah engkau goreskan dengan tinta revolusimu
Kita semua pernah memulainya, bahkan engkau jauh lebih dulu
Maka kita wajib menyelesaikannya
Seperti perjuangan Muhammad Al Fatih dan pasukannya ketika membebaskan Spanyol
Yang tak ingin mendur sejengkal pun (walau dalam kondisi sulit),
kecuali menemui dua kebaikan: Isykariman aumut syahidan …
Kami akan selalu menantn teriakanmu,
Kau akan tetap menjadi saudara kami, yang kami sangat cintai
Karena Allah
Kami tahu engkau akan kembali ke barisan ini ….
Salam pembebasan …
Roma menunggu kita, Kawan!

Selengkapnya...

Sunday, September 7, 2008

I'll be back soon ...

Assalamu 'alaykum wr wb,
tidak terasa, hampir setahun saya tidak meng-update blog ini...
sebenarnya banyak unek-unek yang ingin kutumpahkan di sini, mengingat tujuan blog ini adalah syiar Islam, jadi sangat banyak masalah yang sebenarnya bisa kita lihat di sekitar kita untuk diperhatikan...
baiklah, ini hanya reprolog yang menjadi restart tulisan-tulisan di blog ini...
doakan saya agar tetap eksis dalam blog ini...
Selengkapnya...

Monday, October 8, 2007

Saudaraku, maaf dan terima kasihku!

Satu pekan yang sangat ”santai” bagi saya di balik gerak-gerak dakwah yang tetap kalian jalani di sana demi mewujudkan mimpi-mimpi kita akan kejayaan Islam suatu nanti. Sepertinya saya tidak lagi produktif melakukan rutinitas itu lagi dalam satu pekan ini, yang selalu membuat kita yakin setiap larut di dalamnya maka keyakinan kita tentang janji-Nya terasa semakin dekat. Inikah virus ideologis yang kau sebut itu?

28 September 2007


Selengkapnya...

Asa Surga

Kira-kira seminggu yang lalu, begitu tiba di depan pintu rumah, saya mendengar dialog singkat seorang pemuda yang sedang membeli sebatang rokok dengan seorang lelaki paruh baya, di depan kios kecil yang terletak di depan tempat kost saya. Kurang lebih ilustrasinya seperti ini,

Lelaki paruh baya : “Tidak puasa ko lagi hari ini?”

Pemuda : (Sambil menjepit sebatang rokok di antara dua jari di tangan kanannya, kemudian berusaha memperlihatkan kemantapannya dalam menjawab)

“Biar puasa-ki, masuk jaki juga neraka. Jadi skali tidak usah-mi puasa saja!”

Lelaki paruh baya : (Kelihatan bingung mau membalas dengan kalimat seperti apa lagi)

Kemudian percakapan mereka berlalu seiring masuknya saya ke dalam rumah sambil berusaha mencerna pernyataan dari pemuda tadi. Sedemikian putus asanyakah dia sehingga dengan begitu sangat sadar mengeluarkan rangkaian kata yang saya sendiri sangat susah untuk mencari maksud di balik kata-katanya itu. Pikirku, bisa saja dia (pemuda) hanya ingin memberikan jawaban instan karena tidak ingin berlama-lama meladeni pertanyaan itu, atau dia hanya ingin menunjukkan bahwa berpuasa itu ternyata sangat sulit dan dia sendiri tak sanggup menjalaninya. Atau, dia betul-betul sudah putus asa dan telah menutup harapan dan peluangnya untuk bisa masuk ke surga yang di dalamnyalah kita akan kekal.

Jikapun alasan yang terakhir yang dia pikirkan, maka saya dapat menyimpulkan sementara bahwa alasan ini muncul karena belum mantapnya pemahaman tentang agama, termasuk keberadaan surga itu sendiri dalam kepalanya. Masalah ini muncul karena edukasi yang sangat kurang tersedia di lingkungan masyarakat. Keluarga sebagai benteng awal pendidikan bagi setiap anak belum bisa menjadi pondasi kekuatan akidah. Sekolah yang dianggap sebagai sarana penanaman iman juga tidak bisa menjamin harapan para orang tua yang telah melepas tanggung jawabnya tadi agar anak-anaknya mempunyai filter yang cukup saat bergaul di tengah-tengah masyarakat. Yang terjadi adalah sekularisasi pendidikan. Bukti yang sangat tampak adalah adanya sekolah yang dikelola oleh Departemen Pendidikan dan Departemen Agama. Padahal di zaman kekhalifahan Islam, pendidikan tidak dipolarisasikan seperti itu. Antara ilmu agama dan pengetahuan sains teknologi terintegrasi, saling beriringan sehingga tidak terjadi seperti sekarang, di mana pendidikan agama dicicipi oleh siswa sekolah (yang dikelola Departemen Pendidikan) hanya berdurasi dua jam. Sungguh ironis mengingat ilmu agama sangat erat kaitannya dengan pencapaian visi seorang manusia di dunia maupun di akhirat, termasuk pemahaman tentang surga tadi dan bagaimana pejalanan menuju ke sana. Seorang pemuda yang telah mengumbar keputusasaannya tentang harapan menuju surga-Nya. Inikah salah satu cerminan akibat diberlakukannya sistem yang ada sekarang? Wallahu a’lam bi ash shawab.

28 September 2007

Selengkapnya...

Thursday, September 13, 2007

Ramadhan, Bulan Pembebasan


Marhaban Ya Ramadhan
Kuingin membuatmu lebih bermakna ...
Izinkan aku untuk membebaskan deretan keluhku selama sebelas bulan kita tak bersua!
Selengkapnya...

Monday, September 3, 2007

Ibu, Jangan Dengar Mereka !

Ribuan kilo, jalan yang kau tempuh. Lewati rintangan demi aku, anakmu. Ibuku sayang, masih terus berjalan. Walau tapak kaki penuh darah, penuh nanah… (Iwan Fals, dalam lagu berjudul Ibu)

Subhanallah… Betapa mulianya kaum ibu. Mereka akan senantiasa siap untuk berkorban apapun demi buah hati yang dicintainya. Bahkan hingga kita dewasa saat ini, ibu masih tetap memandang kita sebagai bayi kecilnya yang membutuhkan perhatian besar dan perlindungan.

Duhai kaum ibu, dimanakah kalian hari ini? Dimanakah kalian ketika anak-anak membutuhkan perhatian dan belaian kasih sayang? Dimanakah kalian ketika keluarga sangat membutuhkan peran muliamu sebagai ummul bait?

Feminis SAMPAH !!! Kalian telah memprovokasi ibu kami untuk bertempur dengan kaum adam di ruang publik. Kalian telah menyeret ibu kami ke dalam jurang permusuhan tak berdasar dengan kaum lelaki. Dengan dalih kesetaraan jender, kalian membuat ibu kami menanggalkan kemuliaannya sebagai pengatur rumah tangga. Dengan dalih itu pula kalian membuat ibu kami tergantikan oleh gelimang materi tanpa nyawa.

Karena kalianlah, hai kaum feminis! kami kehilangan ibu kami. Kami kehilangan arah. Dan ini pula yang menyebabkan kami menganggap kalian, hai kaum feminis ! tetap sebagai SAMPAH!!! (catatan-revolusi)
Selengkapnya...

satu keluhan


serasa pikiran menggunung,
bebannya tak kuasa kupikul sendiri ...
bukan mengemis, sahabat! tapi berusaha menuai "kualitas"
Selengkapnya...

Sunday, August 12, 2007

Thuffail Al Gifari - Sehelai Tirai Demokrasi

Bercerita tentang kemiskinan dan setiap proporsi tetang keterbelakangan
Disekolah ketika kau duduk membaca pelajari setiap kata bahasa dan budaya
Mentalar setiap isi sejarah dan urgensi tentang Dogma
Dari setiap kurikulum yang dustakan intisari Akidah
Lempar paradigma tentang perdamaian
Mengaliri kebenaran ke sudut pemurta dan
Senggama neraka dari percaturan Modernitas
Yang palsukan makna rukun Islam diatas omong kosong Pluralitas


Dongeng kebodohan kaum trinitas
Menjelma dari setiap candu yang selalu klise terbahas
Manipulasi setiap kedok Toleransi
Bersembunyi diatas real type tentang cinta kasih
Boneka para kafir Demokrasi
Ketelanjangan amarah sebuah nilai tentang hak asasi
Di setiap tinta ijazah yang berubah menjadi tirani komsumerisme
Instalasi otak tercuci gengsi Modernitas
Di sekolah dan setiap bukti nyata kesenjangan kelas
Kebohongan pendidikan pada satu rangkaian ambisi kafir membakar batas
Antara kufar dan mukmin sejati
Simaklah musuh-musuh Islam di sekitar kita
Itulah para nasrani dan yahudi tak henti-hentinya
Selalu coba mendustakan syahadat kami
Yeah...Come On..!!!

Benturkan waktu...
Sungguh batas kesesatan jarak membendung kalbu
Tertusuk pilu...
Etape para pendusta agama disekitarmu
Dan para sahabat yang termurtadkan
Candu juru selamat palsu
Kuantitas para penipu
Membius dogma pluralitas senggama
Maka bersatulah umat Islam berteguhlah pada tali agama AllahJanganlah Kau bercerai berai

Yooww...
Pukul 7 pagi WIB ketika sistem mulai palsukan
Makna dari dua kalimat syahadat
Sekolah umum tidak mengajarkan kita menjadi mukmin sejati
Rangkaian pembuta makna kemurnian akidah
Pendusta agama diatas kompromi demokrasi
Hipokrasi dari Aksiomatis kristenisasi
Mengiringi strategi dari kelicikan regenerasi partai damai sejahtera
Mantra Dajjal dan boneka para yahudi
Terlaknat dari omong kosong eintokia
Barigade para setan misionaris dan pengekor nasionalis
Universalitas agama yang menjebak kawah sudut pandang tentang neraka
Maka bersyukurlah kepada militansi
Karena fanatik adalah kunci mukmin sejati
Sekolahku adalah Tarbiyyah Islamiyah
Murrobiku adalah wali kelasku
Nabi Muhammad adalah teladanku
Dan Allah SWT adalah segalanya bagiku
Maka jadilah muslim sejati
Yang berlemah lembut terhadap sesama Islam
Dan bersikap keras terhadap orang kafir
Dari Sehelai Tirai Demokrasi
Selengkapnya...

Soldiers of Allah - 1924

The truth about the state
It wasn't always like this
Let us look back in time
History reminds us
One army
One land

One central authority
Crushing the romans persians put in fear
The Ummah like a Lion
No need to shed a tear

When the village was attacked by the kufar
The Khalife heard
The sister cry
& Prepared for war
Attacking the city

Destroying it
from existence
Lesson # 1
Don’t ever
Mess with Muslims

The Imam of the Ummah is a shield where he protects the Ummah and where the Ummah fights behind him
Where is this shield today to protect the Ummah?? What happen to this shield to honor and dignify the Ummah???
In 1917 Prime Minister of britain after entering Jerusalem stated “the crusade war has ended”
In the same year the french general, goro went to the grave of Salahudeen-Ayubi
Salahudeen-Ayubi, the one who 730 years prier crushed the crusades and liberated Palestine & Syria
he went to his grave in Damascus and kicked it and said wake up oh Salahudeen we hare here
How did they do this
to you and me
We turn on the TV
and all we see
is a world full of casualties
a generation in agony
our Ummah is in misery
let us go back
to beginning of the century
and review our history

from one side
to the other side of the globe
the system of Islam
Ruled over the world
They went to the Muslims
for the all their solutions
from mathematics to biology
to the advancements in technology

the kafir women
use to imitate our women
they wanted the same respect
that the Muslims sisters were given while the enemies of Islam
were trying to twist the Quran
trying to write a Surah like Allah’s they all failed miserably
& many of them responded with Ashhadu -an la Ilaha Ilallah wa Ashhadu- anna Muhammadun rasullullah
Allah has challenged the humanity until the day of judgment to produce a Sura or an Aya like the Quran
And Allah assures that they will never be able to make an Aya like it
The kufar plan and work to destroy this Deen and Allah affirms that we too are planning
and if all the people of the world got together they still could not and will never be able to put even a scratch a side of a muster seeds on the throne of almighty Allah (SWT)

After failing on the battlefield
they kufar got together
and they decided to yield
they said we must change
the way the Muslims think
and sure enough

the Muslim Ummah
began to sink
In 1917 john belford
promised Palestine
to the jews 31 years later
his promise went through

brittan and france
split the Muslim lands
3 years later
Islam worst traitor
mustafa kamal
Brought the states fall

In 1920’s mustafah kammal with the help of the british becomes the hero
Hmm well this so-called hero cancels the authority of the most powerful system suitable for human beings
The khilafah!!!
he abandon all the rulings of Allahâ he did not stop there
He abanded the Adan in Arabic, he denied Muslim sister from obeying Allah (SWT) by abandoning the Hijab
All Islamic calendars and holidays were canceled
Yes brothers and sisters
he changes the Arabic alphabet to Latin
By doing so he made sure the next generation will be lost and have no connection to their Islamic roots
as they can not read or write all the Islamic culture that was recorded
This Islamic system sent by the Creator of alameen went from the application in life to be in museums for people to go and see in turkey

In 1924
Our state was demolished
Hundred years of planning And their plans were accomplished
Kafirs broke our bond
Contaminated our knowledge
Better listen up
because you won’t learn this in college

Beginning of the end
and the divisions began
Step by step
they divided our lands
in 1921 saudi arabia & iran
next year egypt &
In 32 iraq

In 1945
jordan indonesia
Lebonen & syria
Two years later
The division of India
the Muslims took a stand
and demanded
the ruling of Islam
so they gave them pakistan
but it was only an illusion
a false resolution
far from the solution
In 1948
The Jews establish their israeli state

In 1901 the kufar went to Sultan Abdull Hamid the II and offered to pay tremendous amount of money to the Islamic State for Palestine. Sultan Abdull Hamid the II replied:
I am not going to give one inch of Palestine to the jews as Palestine is not mine give but it belongs to the Ummah and Ummah have shed blood to defend this land but if one day the Islamic State falls apart then you can have Palestine for free but as long as I am alive I would rather have my flesh be cut up then cut out Palestine from the Muslim land I will not allow any carving up while we are alive!!!!!

In 1960’s
somolia & nigaria
kuwait & algeria
In 1964 Came the PLO
yasar arafat
The us scarecrow
a great declined
In 1969
When the west was training Muslims scholars for hire
Jews were setting
Al-Aqsa mosque on fire!

Let us recall 1970
For those who don’t remember
That was the year
That we had black September

The king of jorden
& yaser arafat
Began their plot
Shot after shot
Muslim blood spilled
As innocent Muslims were killed
Communism attacked
but Muslims fought back

The sincere Mujahideen of Afghanistan fought and pushed back the Russians
and then They started to fight among themselves
Khomaine became in power with the promise of ruling and raising the Ummah to a level of dignity
But his promise never went through
soon after iran and iraq went to war
And millions of innocent Muslims died for 10 years Muslims killing Muslims
Over what!!!??? What else!!! the agenda of the west!!!Śat the end there were no resolution
Today iran is very much open to democracy and reformation
and the Muslims in iraq continue to sufferâ
SubhanAllah!. where is the Amir of the Ummah??!!!!

Another decade gone
But we still don’t have Islam
Take a look at the gulf
And the killings of sadam
Over million Muslims died
But no one answered their cries
In the 1990’s
The Muslim genocide
Bosnia
Kosovo
Chechenya
Dagistan

Bring back Islam!
Bring back Islam!
Bring back Islam!
Bring back Islam!

It’s year 2000
And nothing has changed
Past generation has aged
Let us write the next page
It’s time for us to change
It’s up to you & me
Either we make history
or we become history


Selengkapnya...

Monday, July 16, 2007

Janji Tentang Sebuah Kemenangan

Sahabatku,
Terima kasih atas kerinduan yang kautanam,
Sebuah kerinduan yang begitu nyata
Akan sebuah hari perlindungan
Meski kusesekali gelisah ...


Terima kasih atas keyakinan yang kautancapkan ini,
Sebuah keyakinan yang semakin membuatku mantap
Dengan sebuah keridhaan-Nya di hari-hari kemenangan itu
Walau sesekali kubertanya, adakah aku penting bagimu?


Sahabatku,

Terima kasih atas sentuhan pengaruhmu di setiap gerakku
Karena rindu dan yakin inilah semangatku
Karena tangan ini akan membawa sesuatu di hari itu
Setelah kupungut serpihan-serpihan hidup di sini


Terima kasih atas keberadaanmu, sahabatku ...
dan syukurku kepada Yang Menciptakanmu ...


04:52, 16062007 Selengkapnya...

Sesempurna yang Tak Terkira oleh Manusia

Kenapa manusia begitu keras? Kenapa manusia tidak acuh, bahkan congkak! Padahal mereka memiliki predikat luar biasa sempurna di antara ciptaan-ciptaan Sang Khaliq. Mereka diciptakan lengkap dengan berbagai potensi yang sangat sayang apabila ini disia-siakan begitu saja. Akal, kebutuhan, dan naluri merupakan potensi yang dimiliki manusia yang sungguh agung. Karena keagungannya itu, maka potensi-potensi tersebut harus dikelola secara adil dan arif. Tentu saja jika keidealan tercapai, maka predikat sempurna adalah sebuah kesempurnaan yang memang sempurna sebagaimana sempurnanya manusia di antara ciptaan-ciptaan yang lain. Bahkan, predikat kesempurnaan manusia sebagaimana mereka seorang ”manusia”, bukan hal yang perlu dipertanyakan lagi.

Mungkin pendapat yang mengungkapkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna adalah pendapat yang bisa membantah pernyataan saya. Namun, jika kita berpikir lebih dalam lagi tentang hakikat penciptaan manusia itu sendiri, maka titik maksimal yang dapat dicapai oleh seorang manusia adalah kesempurnaan yang patut dikatakan ”sempurna” karena manusia diadakan ke belahan bumi tertentu oleh Maha Pencipta, beserta paket kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Hal inilah yang membuat saya berpikir dan bertanya, apakah hakikat kesempurnaan yang dipredikatkan Allah swt kepada manusia yang dikatakan mempunyai sederetan kelebihan dibanding makhluk-makhluk-Nya yang lain.

Kemudian apa kaitannya dengan sifat keras, tidak acuh, dan congkak yang saya maksudkan di awal tadi. Sifat-sifat tersebut akan muncul ketika seluruh potensi manusia tidak dikelola secara adil dan arif. Semua potensi tersebut pun tidak akan adil dan arif ketika manusia tidak punya pedoman dalam pengelolaannya sebagaimana sebuah mesin yang akan rusak dan tidak awet ketika kita tidak merujuk, bahkan menyalahi pedoman/panduan dalam penggunaannya. Manusia pun punya pegangan (baca: panduan) untuk menangani penyalahkelolaan dari setiap potensi yang menyatu dalam dirinya pada saat teraktualisasi. Ya, ternyata kesempurnaan itu akan sempurna jika manusia menyempurnakannya dengan panduan yang dapat mengelola setiap potensi yang dimiliki manusia. Tentunya, panduan (baca: kitab) yang harus diikuti adalah panduan yang sempurna yang telah ”dijamin” kesempurnaannya oleh Yang Mahasempurna, Dzat yang mengadakan kesempurnaan itu sendiri. Wallahu a’lam



Selengkapnya...

Monday, July 9, 2007

Seandainya…

Mungkin kita selalu lalai menyadari makna keberadaan kita.
Mengapa kita harus ada di koordinat sekarang kita berpijak. Mungkin juga Anda akan memberikan bantahan tentang hal ini. Akan tetapi, bagi saya bantahan itu semakin menguatkan asumsi saya bahwa Anda benar-benar lupa (atau bahkan tidak tahu) keberadaan Anda dan apa yang terjadi pada diri Anda hari ini dan besok ...
Hanya kepada-Nyalah kita mendedikasikan seluruh nafas ini.

Sebagai bahan refleksi buat kita hamba-Nya yang selalu lalai (termasuk saya).
Maaf, bukan bermaksud menggurui, tapi mungkin dengan watawasaw bil haq, dunia ini akan terasa lebih damai ...

Selengkapnya...